[FACT] Webometrics ≠ Kualitas Universitas, Mengapa?

3 Pairan

Menyambut Keluarnya Peringkat Webometrics
Juli 2010

Inilah FAKTA bahwa WEBOMETRICS tidak valid sebagai parameter UNIVERSITAS BERKUALITAS!

Latar Belakang
Seiring dipublikasikannya peringkat Webometrics pada Januari 2010 lalu, perguruan tinggi di Indonesia segera menjadi gempar.
Para petinggi PT yang merasa berada berada di peringkat atas webometrics langsung saja merasa dirinya adalah World Class University dan gembar-gembor kesana kemari dengan penuh kepercayadirian bahkan menuliskan dirinya sebagai World Class University dalam brosur dan bannernya dimana-mana, sementara PT yang berada di nomor bontot segera buru-buru mencari cara untuk menaikkan peringkat webometricsnya.
Sebelum mengakui Webometrics sebagai parameter World Class University, ada baiknya kita lihat dulu apa sih parameter Webometrics dalam memeringkat universitas?

Sejarah Webometrics

Webometrics berawal dari sebuah institusi bernama Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) yang bergerak dalam penelitian publik di Spanyol. Di awal mulanya, institusi itu membentuk sebuah divisi khusus untuk menangani dinamika informasi web yang dinamakan Cybernetics Division. Dari Cybernetics Division inilah Webometrics lahir.

Tujuan Webometrics

Tujuan asli dari webometrics ini adalah untuk mempromosikan publikasi Web. Mendukung inisiatif Open Access, akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya adalah target utama webometrics. Dari adanya pemeringkatan Webometrics, diharapkan universitas dunia dapat lebih aktif mempublikasikan diri di Internet.

Jika kinerja web suatu universitas di bawah posisi yang diharapkan sesuai dengan keunggulan akademis mereka, universitas harus mempertimbangkan kembali kebijakan web mereka, mempromosikan peningkatan substansial dari volume dan kualitas publikasi elektronik mereka. (www.webometrics.info)

Nah sebenarnya dari statement resmi Webometrics diatas, sudah ada gambaran bahwa peringkat Webometrics tidak mencerminkan kualitas akademik. Namun justru para petinggi universitas di Indonesia lah yang menciptakan kesan seolah-olah Webometrics mencerminkan kualitas akademik mereka. Entah karena sudah sama-sama putus asa mendongkrak kualitas akademis yang sebenarnya atau karena mudah dibodoh-bodohi saja.

Baca lebih lanjut tentang Webometrics

Dapat Backlink Dofollow dari Website Pagerank 10

4 Pairan

Caranya sangat sederhana, namun harap baca judulnya hati-hati, Dapat Backlink Dofollow dari Website Pagerank 10, dari website PR 10, bukan halaman tempat kita menaruh link yang PR 10 :-D .

Caranya :

  1. Buka http://google.com/profiles
  2. Kalau sudah punya akun Google atau Gmail segera bikin Profile, , kalau belum bikin akun dulu. FREE
  3. Di bagian tautan/link taruh website yang anda inginkan dan anchor text yang diinginkan. Selesai deh.

Contoh : http://www.google.com/profiles/nurussadad

Versi Inggrisnya :

  1. Visit http://www.google.com/profiles
  2. Press the create my profile button.
  3. Sign in with your Google account
  4. Edit your profile info
  5. Scroll down to the section “Add custom links to my profile”
  6. Add your URL and Link name (anchor text).
  7. Save changes and you have now a Page Rank 10 link on Google!