Presiden Dinilai Gemar ke Luar Negeri (Biaya Perjalanan Dinas Lebih Rp 800 Miliar)

1 Pairan

Anggaran Perjalanan Presiden Keluar Negeri

Anggaran Perjalanan Presiden Keluar Negeri

Jakarta, CyberNews. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai memiliki kegemaran melakukan kunjungan ke luar negeri. Selama empat tahun, perjalanan Presiden SBY menelan anggaran lebih dari Rp 800 miliar.

Hal ini dikatakan Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) Uchok Sky Khadafi, Minggu (4/7). Menurutnya, sejak tahun 2005–2009, Presiden SBY melakukan kunjungan ke luar yang menelan anggaran Rp 813 miliar. Dalam rata-rata, setiap tahun Presiden SBY menghabiskan Rp 162 miliar. “Uang ini hanya dibelanjakan hanya untuk carter pesawat dengan penerbangan VVIP,” ujar Uchok.

Anggaran itu terus meningkat dan membebani APBN. Tahun 2010, setneg mengalokasi anggaran kunjungan Presiden SBY ke luar negeri sebesar Rp 179 miliar dan anggaran 2011 meningkat menjadi Rp 181 miliar. Uchok memaparkan, mengaca dari anggaran perjalanan Presiden tahun 2010 sebesar Rp 179 miliar maka tiap bulan menghabiskan Rp 14,9 miliar.
More

Sibling itu artinya adalah Saudara Kandung!

4 Pairan

Sibling si Alay

Klik Gambar untuk memperbesar gambar.

Sibling menurut Wikipedia Bahasa Inggris

“Siblings are people who share at least one parent.”

atau artinya dalam Bahasa Idiotnesia kurang lebih,

Orangnya yang setidaknya memiliki minimal satu orang tua kandung yang sama. Entah satu ayah atau satu ibu.

Jadi. Bapak, Ibu, Om, Tante, Kakak, Adik dan saudara-saudara semua, Sibling sama sekali bukan berarti tetangga satu RT, atau bahkan tetangga satu kampung seperti tampak pada gambar di sebelah.

Badan Keamanan Republik Idiotnesia

Tunda talatah

Republik Idiotnesia, juga memiliki 3 Badan Keamanan yang bertugas untuk Menjaga kemanan di Negara Idiotnesia ini.

1. Kepolisian Idiotnesia. (KI)

2. Angkatan Bersenjata Idiotnesia. (ABI)

3. Badan Intelijen Idiotnesia. (BII)

Ketiga badan keamanan ini terus bersaing untuk menjadi dan selalu menyombongkan diri satu-sama lain bahwa diri merekalah yang terbaik.

Pemerintah Idiotnesia merasa perlu untuk melakukan tes terhadap hal ini.
Dilepaskan seekor kelinci ke dalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya.

BII masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di hutan itu. Tidak ada pelosok hutan yang tidak di interogasi. Setelah satu bulan penyelidikan hutan secara menyeluruh akhirnya BIA
mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut tidak pernah ada, alias hanya isu.

ABI masuk ke hutan. Setelah satu bulan kerja tanpa hasil, mereka akhirnya kehilangan kesabaran dan membakar hutan sehingga setiap makhluk hidup didalamnya terpanggang tanpa terkecuali. Akhirnya kelinci tersebut diketemukan dalam kondisi hitam legam, mati… tentu saja.

Terakhir Kepolisian Idiotnesia masuk hutan. Dua jam kemudian, mereka keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli.
Tikus putih itu berteriak-teriak :
“YA…. YA…. SAYA MENGAKU ! SAYA KELINCI ! SAYA KELINCI !”