DJOGJAKARTA
Dalam pada itu keadaan di Djakarta sudah begitu gawat sehingga aku tidak bisa lebih lama menetap disitu. Tanpa kesatuan polisi jang kuat kami tak dapat menandingi NICA. Soalnja bukan njawa dari Pemimpin Negara, melainkan njawa dari Negara dalam keseluruhan berada dalam bahaja. Disore hari tanggal 3 Djanuari 1946 aku mengumumkan kepada para menteri, pengawal dan pembantu-pembantu kami jang setia, “Kedudukan pemerintahan harus dipindahkan kedaerah jang bebas dari gangguan Belanda sehingga kita dapat mendirikan benteng Republik.” Djogjakarta memenuhi kebutuhan ini. Kota Djogjapun merupakan pusat dari Djawa. Keputusan telah diambil. “Kita akan pindahkan ibukota besok malam. Akan tetapi tidak seorangpun boleh membawa harta-bendanja,” aku memperingatkan. “Saja djuga tidak. Tidak ada waktu kita untuk mengepak perabot ruman-tangga atau memindahkan hak-milik berharga. Disamping itu saudara-saudara berada dekat saja, djadi saudara-saudara selalu diawasi.” Rumah kami letaknja tepat … Read entire article »
Amanat Lengkap Sultan Hamengku Buwono IX Bergabungnya Negeri Ngayogyakarta dengan RI
AMANAT SRIPADUKA KANGDJENG SULTAN JOGJAKARTA Kami HAMENGKU BUWONO IX, Sultan Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat menjatakan: Bahwa Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat jang bersifat Keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia. Bahwa Kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan dewasa ini, segala urusan pemerintahan Dalam Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat mulai saat ini berada ditangan Kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja Kami pegang seluruhnja. Bahwa, perhubungan antara Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat dengan … Read entire article »
