REPUBLIK IDIOTNESIA » Hanya Ada di Indonesia, Nasional » Mana Ada Koruptor yang Mau Ngaku? Jawabannya : ADA!
Mana Ada Koruptor yang Mau Ngaku? Jawabannya : ADA!
Istilah yang udah jadi pameo di masyarakat umum, akhirnya terpatahkan juga. Pameo yang biasanya diucapkan dengan, Mana Ada Maling mau Ngaku, sedikit saya rubah menjadi Mana Ada Koruptor Ngaku.
“DENGAN alasan apa pun, saya adalah koruptor, yang telah merugikan negara, masyarakat, keluarga, dan diri saya sendiri sehingga tidak pantas untuk membela diri.”
Kalimat itu bukanlah dialog dalam film atau teater, tapi betul-betul nyata. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (28/2), menjadi saksi pengakuan jujur seorang terdakwa korupsi.
Namanya Endah Rahmanto Harmansyah (39). Kepala Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, itu didakwa melakukan penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Klodran. Endah dituduh menggelapkan uang negara Rp 285,9 juta sejak tahun 2007 hingga 2009. Namun alih-alih membela diri, dia justru membacakan pleidoinya yang berjudul “Pengakuan Seorang Koruptor”.
Pleidoi enam halaman itu dibacanya dengan tenang. Namun sikapnya itu justru membuat hakim, jaksa dan pengunjung sidang terdiam. Tak ada yang menyangka, Endah mengucapkan kejujuran begitu rupa. Ia mengatakan dirinyalah yang bertanggungjawab sebagai pelaku korupsi tunggal.
Ia meminta majelis hakim tak usah ragu. Sebab meskipun ada anak buahnya yang terlibat, tanggung jawab harus ditimpakan kepada pimpinan. “Secara formal organisatoris, tidak ada anak buah yang salah, yang salah adalah pimpinan,” tegasnya.
Menurutnya, kejujuran itu harus dilakukan. Sebab penegakan hukum di Indonesia tidak bisa diserahkan hanya pada penegak hukum semata. Semua harus mendukung dengan caranya masing-masing. “Termasuk saya para pesakitan. Saya harus jujur, nyatanya saya tidak ajur,” ungkapnya.
Endah bahkan mempersilakan Majelis Hakim yang diketuai Sudjatmiko menghukumnya seberat mungkin. Sebab hukuman apa pun menurutnya tidak akan mengurangi kesalahannya.
“Hukuman tidak akan menghapus dosa korupsi saya. Mungkin secara hukum positif telah impas, tapi secara moral sampai mati kesalahan ini tetap melekat pada diri saya. Karena kesalahan saya bukan kepada bapak jaksa atau majelis hakim tetapi pada rakyat Klodran yang saya pimpin,” tutupnya.
Wew, saya sendiri pernah tinggal selama beberapa hari di desa itu, namun saya tidak sampai berhubungan dengan Pemerintah Desanya. Namun, ada satu hal yang saya bingung, Endah di sini bisa disebut sebagai Koruptor yang Gentle atau Koruptor yang Thobat ya?
Sumber : Suara Merdeka
Kategori : Hanya Ada di Indonesia, Nasional · Tags: Koruptor









Nggak bermaksud apa2 tapi I LOVE IDIOTNESIA
karena disini beritanya idiot semua, nggak kayak disitus-situs resmi. Kembangkan terus presiden
Kalo saya ketemu sama pak Endah ini, mungkin akan saya tampar mukanya dengan penuh rasa benci, lalu saya jabat tangannya erat-erat dengan penuh rasa hormat.
Pak Presiden kirim email ke saya dong, mau tanya-tanya soal webdesign
Bagus banget berita dari Negeri Panjenengan, semoga negeri saya bisa jadi lebih baik
bodoh tapi jujur.. persis seperti website ini.. hyhyhy