REPUBLIK IDIOTNESIA » Uncategorized » Cuma Ada di Indonesia, Kapolda Minta Wasit Diganti
Cuma Ada di Indonesia, Kapolda Minta Wasit Diganti
Indonesia banget 
Rekor Dunia dengan istirahat turun minum hampir satu jam!
TEMPO Interaktif, Solo – Inilah anehnya sepakbola Indonesia. Pertandingan babak kedua final Piala Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Minggu, 1 Agustus 2010, terpaksa dihentikan dan ditunda lebih dari satu jam. Gara-garanya, Kepala Polisi Daerah Jawa Tengah Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo meminta wasit Jimmy Napitupulu diganti. Ini keanehan sepakbola yang cuma ada di Indonesia.
“Wasitnya tolong diganti. Tolong diperbaiki kepemimpinan wasit di babak kedua. Kalau tidak bisa saya akan bubarkan pertandingan,” kata Alex kepada inspektur pertandingan. Perkataan yang sama disampaikan Alex kepada warawan.
Kekisruhan bermula dari Noh Alamsah mendapat kartu merah pada menit ke-20 dari wasit Jimmy Napitupulu dalam pertandingan final Piala Indonesia antara Arema Malang melawan Sriwijaya Palembang. Noh menendang kepala pemain Sriwijaya. Pertandingan pun berlansung sampai babak pertama usai. Tapi, setelah babak pertama ternyata pertandingan tak dilanjutkan. Belakangan itu karena instruksi Kepala Polda Alex.
Inspektur pertandingan belum mengambil keputusan. Pertandingan sampai tertunda lebih dari 60 menit. Karena memang pihak keamanan tak bisa serta-merta meminta wasit untuk diganti.
Belum jelas apa alasan keamanan meminta wasit untuk diganti. Apalagi kepemimpinan Jimmy di babak pertama yang berakhir 0-0 relatif cukup baik. Alex mengaku khawatir keputusan wasit itu menyebabkan rusuh. “Orang PSSI boleh pulang ke Jakarta. Tapi keamanan urusan Kapolda,” kata Alex. Alex berharap wasit memimpin dengan lebih baik.
Sebenarnya pertandingan itu tak tampak rusuh. Sekitar 30 ribu penonton memadati Manahan Solo bisa memahami kartu merah tersebut. Kedua pelatih juga menerima kartu merah itu. Para pemain pun tetap bermain sportif.
Namun, belakangan wasit tak diganti dan pertandingan tetap dilanjutkan.
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2010/08/01/brk,20100801-267977,id.html
selamat untuk SFC yang telah memenangkan Piala Kapolda Jateng
Kategori : Uncategorized










Wah semalam kan di Manahan solo…
menurut saya yang dilakuin bang jemy napitupulu udah benar.. cuma “praktisi sepak bola” kita yang belum bisa berlapang dada. Kita terbiasa dengan perilaku “aaahhh cuma segitu, ga apa – apa deh” jadi sewaktu wasit menerapkan tindakan yang tegas dan cepat seperti bang Jimmy, semua orang tidak siap, semua orang merasa dirugikan. Karena terbiasa dengan budaya “aaahhh cuma segitu, ga apa – apa deh”.
Semoga semua praktisi Olahrga “khususnya sepakbola” di Indonesai lebih dewasa.
Malu kita sama negara lain, setiap partai final kok begitu, ada terus kerusuhan. Wajar tidak ada artis atau klub sepak bola Iternasional yang mau datang ke Indonesia.