Artikel Komentar

REPUBLIK IDIOTNESIA » Uncategorized » The Less Evil You Have, The Less People Will Think Of You

The Less Evil You Have, The Less People Will Think Of You

Pesan Pemerintah : Baca dulu sampe abis baru komentar untuk menghindari kesalahpahaman sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terinspirasi dari status seorang teman yang mencoba berfilosofi dengan sinetron, katanya “Sinetron membuat sebagian besar orang berpikir bahwa menjadi orang baik itu akan selalu dihina, dicaci dan tertindas.Kabar baiknya adalah duniaku adalah dunia nyata, sama sekali bukan sinetron!”.

Yang saya setuju dari pernyataan di atas adalah tentang betapa tidak mendidiknya sinetron tersebut, sayangnya masyarakat penikmat sinetron memang tidak suka dididik.

Tapi benarkah menjadi orang baik selalu sial itu hanya ada di sinetron? YES IT WAS. Benar sekali kalo konteksnya berpuluh tahun lalu, dimana orang jahat masih menjadi minoritas. Silakan gunakan mesin waktu anda untuk menikmati menjadi orang baik yang penuh dengan kebahagiaan.

Kenyataannya sekarang orang jahat adalah mayoritas, orang baik adalah minoritas. Menjadi orang baik adalah aneh, janggal dan kurang bisa diterima. Menjadi jahat adalah bagus, maklum dan sangat bisa diterima. Mungkinkah itu adalah bagian dari konspirasi terbesar di dunia untuk memutarbalikkan semua pemikiran manusia. YES IT DOES.

Katakan alasan anda bila tidak setuju, bahwa anak kecil yang nakal akan lebih diingat daripada anak kecil yang baik. Sebuah perbincangan dua orang bapak bapak di pesawat tentang kenakalan mereka sewaktu kecil hingga saya “terpaksa” mendengarkan obrolan mereka. Tentang betapa bangganya mereka dulu melanggar setiap yang dilarang oleh orang dewasa, dan jujur saja memang itu kisah yang menarik daripada mendengarkan cerita tentang anak yang diam saja dan menuruti semua nasihat guru, apa menariknya itu? Pesan yang bisa diambil, ajarilah anakmu untuk senakal mungkin, biarkan dia menzhalimi yang lain sesuka hatinya, toh waktu dewasa cerita itu yang menjadi bahan tertawaan keluarga yang lebih menghibur daripada cerita tentang anak yang dibuatnya menangis dan sakit. Contoh lain yang mungkin akan lebih mengena untuk anda, cerita apakah yang paling menarik untuk diceritakan sewaktu sekolah dulu? Tentu kenakalan anda, cerita tentang anda yang berjuang untuk masa depan yang lebih baik tak lebih hanya pidato membosankan. “Ya wajarlah masa remaja itu kan waktunya mencari jati diri” lihat! Contoh konkret penyanggahan yang secara tidak langsung menegaskan anda mendukung pernyataan saya bahwa menjadi jahat adalah “wajar”. Mencari jati diri selalu dikaitkan dengan kenakalan, tidak semua orang sih, tapi mayoritasnya begitu dan kita saat ini berbicara tentang pandangan mayoritas.

Kesimpulannya “jahat” itu lebih menarik daripada “baik”. Dalam cerita fiksi, sekarang tokoh jahat terlihat lebih keren daripada tokoh utamanya, lihat “Darth Vader” dari Star Wars, bahkan lebih terkenal daripada tokoh utama film tersebut yang saya sendiri lupa namanya. Hadapilah kenyataan bahwa menjadi baik tanpa cacat itu terlihat tidak “manusiawi”, sebaliknya melihat manusia yang selalu menuruti hawa nafsunya terlihat “wajar”.

Saya sama sekali tidak mengajari anda untuk memilih menjadi orang jahat, saya sendiri selalu berusaha menjadi orang baik, setidaknya menciptakan imej yang baik. Tidak ada manusia yang sempurna, ini pepatah yang benar benar melemahkan. Orang orang yang tidak sanggup membangun pribadinya sendiri mengelak dengan lenggang menggunakan pepatah tersebut, dan akhirnya orang lain memakluminya karena “Tidak ada manusia yang sempurna”. Akhirnya kebanyakan orang bertahan dengan kelemahannya dan membiarkannya berkembang biak beranak pinak dan menghasilkan pemikiran bahwa menjadi manusia baik (sempurna) itu adalah mustahil sedangkan menjadi manusia jahat (tidak sempurna) itu adalah wajar, bahkan wajib.

Apakah orang yang beranalogi dengan sinetron diatas berhasil menjadi orang baik? Saya bilang tidak. Karena kalo misalnya memang dia bertahan dengan kebaikannya tentu sekarang sudah menjadi pembicara yang bersinar. Kenyataannya sekali waktu dia mencoba menjadi “jahat” hanya agar dikatakan manusia yang “wajar”, karena menurutnya sendiri menjadi orang baik sepanjang waktu itu adalah “tidak masuk akal”. Am I right? YES I AM.

Apakah saya sendiri berhasil menjadi orang baik? Tidak, saya lebih jahat daripada yang anda tahu.

Apakah jahat adalah sebuah kejahatan? Tidak, karena itu wajar.

Apakah baik adalah sebuah kejahatan? Tidak, tapi itu akan membuatmu terasa dikesampingkan. Anda perlu jahat untuk diperhatikan, anda perlu jahat untuk bisa diperhitungkan, buang semua pepatah kuno itu.

Lupakan semua nasihat kuno yang menjemukan, lupakan semua pepatah kuno yang tidak masuk akal.

Kasus lain, ada orang orang yang menjadi baik setelah puas menjadi jahat. Kemudian merasa bangga dengan kebaikannya yang sekarang, kalo saya punya death note, orang itu sudah saya tulis namanya untuk mati diludahi kebo. Menjadi baik setelah merasa aman dan puas dengan kejahatan yang menyenangkan, sangat memalukan. Apakah mereka salah? Tidak, bagus sekali karena akhirnya mereka menjadi orang baik. Tapi apakah itu cukup adil? Kemana mereka dulu ketika dibutuhkan bantuan? Sok keren dengan kejahatan itu, dan mereka bilang orang orang baik sebagai “munafik”. Benar benar memalukan.

Menjadi baik atau jahat itu adalah pilihan, memang harus ada keduanya untuk dunia ini agar terus seimbang.

The less evil you have, the less people will think of you. Welcome to earth

Semakin sedikit iblis di dalam dirimu, semakin sedikit orang yang akan memikirkanmu. Selamat datang di bumi. Menjadi orang baik memang susah, menjadi orang jahat sangat mudah, begitu pun ke neraka, tinggal lompat. TRY IT!

Jangan terlalu dianggap serius ya, Cuma ubek ubek pikiran sebentar dan kembalilah ke pikiran normal.

By Rendra Tecoret Coret :

Ditulis oleh

Pria, 21 Tahun, Single but NOT available. Sedang Mempelajari Ketidak Pastian di tengah-tengah Mereka yang Mempelajari Kepastian di Kota Hujan.

Kategori : Uncategorized

2 komentar untuk "The Less Evil You Have, The Less People Will Think Of You"

  1. hello, ini tulisan saya.. makasih ya udah dimuat, baru nemu jaman sekarang dari gugling, kok sayanya gak dikasih tau yee

    1. iyaps betul, mohon maaf lupa untuk memberi tahu..

Leave a Reply

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>