REPUBLIK IDIOTNESIA » Uncategorized » Kasihan Jamaah Haji, bisa terhambat gara-gara DPR-Depag RI masih Adu Ego & Berseteru
Kasihan Jamaah Haji, bisa terhambat gara-gara DPR-Depag RI masih Adu Ego & Berseteru
DPR dan Pemerintah Diminta Segera Putuskan BPIH 2010
oleh Muhammad Nur Hayid – detikNews
Jakarta – Berlarut-larutnya pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2010 antara Departemen Agama dan DPR dinilai hanya akan menyusahkan jamaah yang akan berangkat. Kedua lembaga yang sekarang berseteru itu pun diminta menurunkan egonya dan lebih mendahulukan kepentingan jamaah.
“Kedua pihak harus menurunkan egonya. Jangan paksakan kehendak masing-masing. Utamakan jamaah, masyarakat itu butuh kepastian. Kalau mau naik, naiknya berapa, kalau mau turun, ya berapa. Jangan diombang-ambing terus,” kata Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur kepada detikcom, Senin (21/6/2010).
Menurut salah satu Ketua DPP Golkar ini, akibat buntunya pembahasan BPIH sampai saat ini, jamaah haji dibuat bingung soal BPIH. Padahal, dengan masa reses yang dijalani DPR sampai satu bulan mendatang, keputusan BPIH menjadi molor satu bulan jika tidak dilakukan terobosan.
“Kalau reses kan menjadi tidak boleh ada keputusan. Jadi harus nunggu anggota DPR masuk kembali untuk menentukan BPIH. Ini lagi-lagi rakyat, jamaah yang dirugikan,” sesalnya.
Jamaah Plus Juga Bermasalah
Fuad juga mengungkapkan beberapa persoalan yang dihadapi jamaah haji plus. Menurutnya, sampai saat ini para penyelengara jamaah haji plus juga menghadapi kendala ketidakpastian soal siapa yang akan berangkat dan berapa jumlahnya.
“Karena Depag belum memberikan kepastian soal jamaah yang akan berangkat sampai saat ini,” paparnya.
Akibatnya, para penyelengara haji plus kesulitan untuk menentukan biaya dan persiapan pelayanan seperti pemondokan dan katering. Padahal waktu pelaksanaan haji semakin dekat dan ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada jamaah.
“Kami jadi tidak bisa menyiapkan berapa pemondokan yang harus kami sewa. Karena kami belum diberikan jumlah pasti kuotanya, dan siapa saja yang berangkat,” kata Fuad.
Jika Depag tidak segera memberikan kepastian soal siapa saja yang akan berangkat, asosiasi penyelenggara haji plus mengancam akan tidak memberangkatkan jamaah. Sebab, dari sisi persiapan dan pelayanan akan sangat kesulitan jika Depag memutuskan soal haji plus dalam waktu yang pendek.
“Katanya kami diminta melakukan pelayanan yang maksimal, kalau ada pelanggaran, dicabut izinnya. Tapi sekarang kami tidak diberikan kepastian. Kalau waktunya nggak jelas terus, kami sepakat tidak akan memberangkatkan jamaah, biarkan karena susah kalau waktunya mepet,” tegas Fuad.
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/06/21/170616/1383066/10/dpr-dan-pemerintah-diminta-segera-putuskan-bpih-2010?n991102605
Kategori : Uncategorized









Kasihan rakyat kita yang mau berangkat haji tahun ini, waktu keberangkatan haji tinggal kurang dari 3 bulan lagi, hingga saat ini belum bisa diputuskan berapa ONH yang disepakati Pemerintah dan DPR. Kalau hal ini berlarut-larut, bisa dibayangkan nasib sekitar 200.000 jamaah haji tahun ini, akan terbengkalai pelayanannya … mulai persiapan mencari pemondolkan haji di Arab Saudi, penyelesaian adminsitrasi haji dan banyak urusan lainnya.
Kalau sampai jemaah haji terhambat dan kesulitan pergi berhaji tahun ini, hanya gara-gara Pemerintah cq Depag RI dan DPR-RI saling mementingkan egonya masing-masing, maka 2 lembaga itu bukan hanya akan dihujat dan dikutuk oleh ummat Islam saja, tapi bisa saja mendapat Murka dan Kutukan Allah swt oleh sebab ulah mereka yang menghalang-halangi orang yang akan berhaji ke Baitullah. Terpikirkankah mereka?