REPUBLIK IDIOTNESIA » Uncategorized » Kemacetan Bogor, Bukan Salah Sopir Angkot
Kemacetan Bogor, Bukan Salah Sopir Angkot

Bogor Kota Sejuta Angkot
Sudah sering terdengar bagi orang luar Bogor, bahwa Bogor adalah Kota Hujan, namun kenyataannya, Bogor lebih dikenal sebagai Kota Sejuta Angkot bagi orang Bogor sendiri. Setidaknya bagi saya yang sudah hampir 3 tahun hidup di Bogor.
Sering dalam pikiran saya dan diskusi-diskusi yang telah lalu di Kelas Almarhum Dosen Kewarnegaraan saya, bahwa kemacetan di Bogor disebabkan oleh angkot dan tentu saja sopir angkot. Angkot sering berhenti sembarangan, menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan. Namun, pagi ini Dosen Ekonomi Regional dengan tegas menyatakan, Sopir Angkot tidak pernah salah, oleh karena itu mereka tidak pernah mau ditilang. Setelah saya pikir-pikir ada benarnya juga.
Kemacetan itu bukan sepenuhnya kesalahan mereka, dalam eknomi dengan gamblang dijelaskan, bila ada permintaan (demand) pasti ada yang berusaha memenuhinya (supply). Kenapa Angkot berhenti, karena menunggu penumpang, dan karena ada penumpang yang mau naik dari tempat si angkot berhenti. Kadang juga atas permintaan penumpang yang mau berhenti di tempat itu. Seringpula, penumpang tidak membayar dengan uang pas, jadi Sopir Angkot terpaksa berhenti lebih lama untuk memberi kembalian.
Kalau penumpangnya tertib, maka sopir angkotnya juga akan tertib.
Kemacetan Bogor, Bukan Salah Sopir Angkot. Bagaimana menurut Anda?
Kategori : Uncategorized









Betul, macet gara-gara angkot bisa jadi ada penumpang yang LEBAY nggak mau sekedar GELENG KEPALA pas mau nyebrang. Dia ngga liat tatapan jutek penumpang yang ada di dalam angkot hihi.. atau penumpang sudah pura-pura berdecak dan injek-injek lantai angkot biar sopirnya ngeh kalau penumpang kesel hihi..
Tapi perlu diingat untuk berapa orang 1 angkot melayani. Apa benar butuh sedemikian banyak. Padahal semakin lama trennya orang naik motor daripada angkot. Bisa lah dihitung berapa orang sih yang ada di dalam angkot sekali jalan. Tapi mungkin lewat waktu saja yg membuktikan. Toh kalau sepi angkot lama-lama berkurang.
Kalau kayak ditempat saya, tanah baru, emang angkot dijamin ngetem. 1 : 100 yang ga ngetem hehe..