Hidup tanpa Televisi sudah seakan-akan menjadi kemustahilan bagi saya, kadang bisa dalam sehari lebih dari 10 jam dihabiskan di depan televisi. Namun, setidaknya berguna untuk dicoba.
Bukannnya tidak sanggup untuk membeli televisi, cuma saja malas untuk menonton tivi. Sebagian acaranya kurang bermutu, mau nonton berita, isinya yang berdarah-darah melulu
, kalau tidak begitu politik :/. Walaupun mungkin berguna, saya lebih memilih membacanya (di koran atau internet) daripada menontonnya (di televisi, atau malah live
). Setidaknya kecepatan membaca saya mampu membuat saya mendapat informasi jauh lebih banyak daripada sekedar menonton.
Televisi sendiri merupakan media promosi paling efektif alias media untuk merubah pola pikir secara efektif. Tivi mampu membuat seseorang TIDAK bertanya-tanya : Apa hubungan mobil dengan perempuan berbaju seksi yang sedang menari Flaminggo? Makanan kecil dengan PeSumo? Bule dengan kopi? dan masih banyak lagi. Pernahkah anda bertanya tentang hal itu?
Bahkan ada Calon Gubernur di salah satu Provinsi di Kalimantan yang promosi diri, di televisi nasional.
. Walaupun mungkin dananya akan lebih baik untuk mengentaskan kemiskinan di sana.
*sepertinya saya bisa hidup tanpa televisi, tapi tidak bisa hidup tanpa internet
Twitter
Facebook
RSS
Mar 09, 2010 @ 23:41:33
SETUJU dengan kata-kata terakhirnya..
“saya bisa hidup tanpa televisi, tapi tidak bisa hidup tanpa internet”
hehe..
Mar 10, 2010 @ 09:42:59
wah, aku jg udah jarang nonton TV… paling mentok di berita atau film box office :p klo informasi di internet mah harus disaring dulu, krn banyak jg yg nggak bener.
Mar 10, 2010 @ 13:40:26
saya hanya bisa nonton TV saat pulang kuliah doank…nonton acara bukan empat mata.setelah itu sinau dan istirahat
ga ada banyak waktu untuk TV.
salam adem ayem
Mar 10, 2010 @ 15:35:06
tv di indonesia banyak menyiarkan hiburan2 yg gak mutu.. contoh sinetron2 hiburan yg berkedok sampah.. film horor dan komedi yg berselimut porno.. ujung2nya generasi penerus yg rusak karena target dari diputarnya hiburan sampah itu ke generasi penerus yg notabene masih sekolah.. lagi pula hanya sistem uang sj yg berjalan. ada uang moral bangsa ini pun bisa dikorbankan.. sistem kapitalis yg makin manjamur.. ya itulah yg ada. mending matikan T kecuali nonton berita.. hehe..
siipp… mas.. kritis anlistis pokoknya postingan ini kinyis-kinyis.. asal jangan anarkis kayak si masa dan polisi yang tragis sampek banyak yang meringis karena ndak tega saudaranya kena linggis…sampek kebelet pipis.. (Hayah….!!)..
sory mas kalu komengnya agak ngelantur.. Yang penting PISSSSS…….
Mar 10, 2010 @ 21:36:52
ane jarang banget nonton tipi gan, kebanyakan ngenet :malu:
Mar 11, 2010 @ 16:21:05
nda papa nda nonton tipi..
asalkan jan9an tanpa music…
bisa sen9sara aku tanpanya..
Mar 26, 2010 @ 23:07:26
Haha. sejak saya kuliah. saya sudah tidak pernah lagi nonton televisi kecuali jika saya tidak sengaja nonton. contohnya jika saya pergi ke warteg, sambil nungguin mbak2nya ngelayani orang lain, iseng aja nonton tivi, terutama iklan-iklan kocak XD
ya bukan karena saya anak kos-kosan, dan tidak punya televisi, lalu saya tidak menonton televisi. Saya bisa saja menabung (atau kredit) untuk beli televisi. Namun hal itu saya urungkan, karena kemalasan saya nonton televisi.
Kemalasan tersebut muncul karena
1. Program televisi Indonesia kurang menarik. Kalo iklannya sih lumayan untuk hiburan, soalnya biasanya kocak-kocak.
2. Keseringan saya untuk pergi pagi, pulang malem (hayo ngapain?) sehingga kasihan juga udah mahal2 beli televisi tapi tidak digunakan seefisien mungkin. Hehe.
3. Televisi itu kurang menarik, karena ia masih bersifat 1.0, tidak seperti internet yang berteknologi 2.0. Kita bisa berinteraksi dengan dia, bukan hanya informasi searah seperti itu.
Btw, untuk idiotnesia.com, sukses ya
Btw memangnya komen-komen di sini, sudah jarang direspon ya? kebanyakan proyek sih. Hehe.
–AMYunus