Hidup tanpa Televisi sudah seakan-akan menjadi kemustahilan bagi saya, kadang bisa dalam sehari lebih dari 10 jam dihabiskan di depan televisi. Namun, setidaknya berguna untuk dicoba.

Bukannnya tidak sanggup untuk membeli televisi, cuma saja malas untuk menonton tivi. Sebagian acaranya kurang bermutu, mau nonton berita, isinya yang berdarah-darah melulu :( , kalau tidak begitu politik :/. Walaupun mungkin berguna, saya lebih memilih membacanya (di koran atau internet) daripada menontonnya (di televisi, atau malah live :) ). Setidaknya kecepatan membaca saya mampu membuat saya mendapat informasi jauh lebih banyak daripada sekedar menonton.

Televisi sendiri merupakan media promosi paling efektif alias media untuk merubah pola pikir secara efektif. Tivi mampu membuat seseorang TIDAK bertanya-tanya : Apa hubungan mobil dengan perempuan berbaju seksi yang sedang menari Flaminggo? Makanan kecil dengan PeSumo? Bule dengan kopi? dan masih banyak lagi. Pernahkah anda bertanya tentang hal itu?

Bahkan ada Calon Gubernur di salah satu Provinsi di Kalimantan yang promosi diri, di televisi nasional. :D . Walaupun mungkin dananya akan lebih baik untuk mengentaskan kemiskinan di sana.

*sepertinya saya bisa hidup tanpa televisi, tapi tidak bisa hidup tanpa internet :)