Artikel Komentar

REPUBLIK IDIOTNESIA » Uncategorized » Dua Gajah bertarung, Pelanduk mati di tengah-tengah.

Dua Gajah bertarung, Pelanduk mati di tengah-tengah.

Begitulah peribahasa yang sering kita dengar, yang artinya secara idiot saya artikan : “Si Pelanduk goblok bin tolol, sudah tahu ada gajah lagi berantem, kenapa juga mendekat. Di tengah-tengah lagi.”
Note : Pelanduk itu kancil (Tragulus javanicus). :-D

Maaf, hanya bercanda. :-P . Kemarin siang, saya menonton tayangan di salah satu TV swasta, Kaleidoskop 2009 Republik Mimpi. Mantan Wakil Presiden Republik Mimpi, Bapak Djarwo Kuat, berkata, “Kalau manusia bertikai, jangan bawa-bawa binatang donk”.

Ingatkan kasus-kasus yang sering muncul di TV akhir-akhir ini. Mulai dari Cecak (Cosymbotus platyurus), Buaya (Crocodylus mindorensis), atau bahkan akhir-akhir ini, Gurita (Ordo Octopoda) di bawa-bawa dalam masalah manusia.

Rupanya manusia itu tidak fair ya, tidak mau menghadapi masalahnya sesama manusia secara sendirian, buktinya bawa-bawa binatang segala. :-D . Tapi binatang gak pernah tuh mengajak manusia dalam masalahnya. ;-)

Namun, seketika itu saya ingat, ada yang sangat bahagia dengan kehadiran Cecak, Buaya, dan Gurita diantara pertikaian manusia. Siapakah itu?

Tentu saja, Si Kambing Hitam, dia tidak sendirian lagi. Setelah lama sebatang kara tersesat di dunia pertikaian antar manusia.

Note : Ngomong-Ngomong habis, Kambing Hitam, Cecak/Cicak, Buaya, Gurita, hewan apa lagi ya yang bakal muncul?

Ditulis oleh

Pria, 21 Tahun, Single but NOT available. Sedang Mempelajari Ketidak Pastian di tengah-tengah Mereka yang Mempelajari Kepastian di Kota Hujan.

Kategori : Uncategorized

Satu komentar untuk "Dua Gajah bertarung, Pelanduk mati di tengah-tengah."

  1. Zulfikar says:

    Hhmm???? Kecoak mungkin?

Leave a Reply

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>